4 Gaya Lompat Tinggi yang Harus Kamu Pelajari

Hello Readers! Apa kabar? Kali ini kita akan membahas tentang olahraga lompat tinggi. Sebagai atlet, pasti kamu ingin mencapai prestasi yang lebih baik, bukan? Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan menguasai berbagai macam gaya lompat tinggi. Yuk, simak artikel ini sampai selesai!

1. Gaya Fosbury Flop

Siapa yang tidak mengenal gaya Fosbury Flop? Gaya ini ditemukan oleh Dick Fosbury pada tahun 1968 dan sejak itu menjadi gaya lompat tinggi yang paling populer. Pada gaya ini, atlet akan melakukan lompatan dengan posisi badan menghadap ke atas dan melintasi mistar dengan membungkuk ke belakang. Hal ini memungkinkan atlet untuk mengangkat badan lebih tinggi dari mistar dan membuat lompatan menjadi lebih efektif.

Gaya Fosbury Flop sangat cocok bagi atlet yang memiliki kekuatan di bagian tungkai dan punggung. Namun, gaya ini membutuhkan teknik yang sangat presisi dan perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.

2. Gaya Scissors

Gaya Scissors adalah gaya lompat tinggi yang sangat sederhana. Pada gaya ini, atlet akan melompat dengan kaki terlebih dahulu dan kemudian melintasi mistar dengan cara bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri. Gaya ini sangat cocok bagi atlet yang memiliki kekuatan di bagian kaki dan perut.

Untuk melakukan gaya Scissors dengan baik, atlet perlu memperhatikan teknik melompat dan memastikan bahwa kedua kaki tidak terlalu jauh dari mistar saat melintasinya.

3. Gaya Western Roll

Gaya Western Roll adalah gaya lompat tinggi yang cukup rumit. Pada gaya ini, atlet akan melompat dengan kaki terlebih dahulu dan kemudian melintasi mistar dengan posisi badan menghadap ke samping. Hal ini memungkinkan atlet untuk mengangkat badan lebih tinggi dari mistar dengan memutar badan ke arah lain.

Gaya Western Roll sangat cocok bagi atlet yang memiliki kekuatan di bagian punggung dan pinggang. Namun, gaya ini membutuhkan teknik yang sangat presisi dan perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.

4. Gaya Straddle

Gaya Straddle adalah gaya lompat tinggi yang sangat sederhana dan mudah dipelajari. Pada gaya ini, atlet akan melompat dengan kedua kaki terlebih dahulu dan kemudian melintasi mistar dengan membentangkan kedua kaki ke atas dan ke samping. Hal ini memungkinkan atlet untuk mengangkat badan lebih tinggi dari mistar dengan lebih mudah.

Gaya Straddle sangat cocok bagi atlet yang memiliki kekuatan di bagian tungkai dan perut. Namun, gaya ini membutuhkan teknik yang sangat presisi dan perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.

Kesimpulan

Jadi, itulah 4 gaya lompat tinggi yang harus kamu pelajari sebagai atlet. Setiap gaya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga kamu perlu memilih gaya yang cocok dengan kemampuan dan karakteristik tubuhmu. Tetaplah berlatih dan jangan lupa untuk memperhatikan teknik yang benar agar kamu bisa mencapai prestasi yang lebih baik. Sampai jumpa di artikel menarik lainnya!